Minggu, 02 April 2017

Sakit Gigi Bisa Menyebabkan Kematian?

Benar nggak sih sakit gigi aja bisa meyebabkan kematian?
Deamonte Driver baru berumur 12 tahun saat ia menghembuskan nafas terakhirnya. Anak yang berasal dari Maryland ini meninggal karena infeksi otak, dimana infeksi tersebut  berasal dari infeksi gigi yang tidak dirawat. Selama 6 minggu ia dirawat di rumah sakit, dan bakteri yang menyebabkan abses pada gusinya telah menyebar dan menyebar ke otak hingga akhirnya ia menyerah.

Driver bukan satu-satunya pasien yang meninggal akibat sakit gigi yang tidak dirawat.  Setiap tahunnya dilaporkan kasus pasien yang meninggal disebabkan masalah gigi dan mulut yang dibiarkan dan disepelekan. Bukan hanya di luar negeri, di Indonesia pun banyak terjadi kasus seperti ini, walau mungkin tidak banyak yang diangkat oleh media. Salah satunya menimpa almarhum Leysus, pelawak yang pernah tergabung dalam kelompok Srimulat.

Masih banyak orang yang menganggap sakit gigi dapat sembuh dan hilang sendiri asal sudah tidak terasa sakit lagi, dan tidak sebahaya penyakit lain seperti jantung atau stroke yang dapat berujung kepada kematian. Sakit gigi hanya dianggap masalah “lokal”, tidak akan lari kemana-mana, tidak akan menjalar ke bagian tubuh yang lain. Anggapan ini harus segera diluruskan.

Awalnya hanya lubang kecil pada gigi. Pola makan tidak sehat dipadu dengan kelalaian menjaga kebersihan mulut membuat lubang tersebut makin lama makin besar. Infeksi terus berlanjut, dapat menyebabkan persyarafan gigi mati, kemudian bakteri mencapai jaringan di bawah gigi dan menyebabkan abses yang berisi nanah. Jika tidak dirawat, abses dapat mengarah kepada komplikasi yang serius dan mengancam jiwa.

Jangan kaget bila Anda menjumpai seseorang yang sedang sakit gigi hingga daerah kepala dan lehernya bengkak. Pada pasien dengan daya tahan tubuh yang lemah dan tidak segera mendapatkan perawatan, abses yang berisi nanah dapat menyebar ke daerah jaringan sekitar, bahkan ke daerah kepala dan leher. Abses tahap lanjut juga dapat merusak jaringan dan tulang di daerah yang tertipis, sehingga nanah keluar menembus pipi. Abses gigi yang sudah menyebar ke rongga-rongga yang terdapat pada wajah dapat menyebabkan kondisi yang disebut Angina ludwig, dimana terjadi pembengkakan yang masif, dan penderita sangat kesakitan, susah menelan, kesulitan bernafas, demam tinggi dan tubuh terasa lemas. Pada tahap ini, bila perawatan tidak segera diberikan maka dapat berakibat fatal dan mengakibatkan kematian.

Pasien yang mengalami Angina ludwig akibat sakit gigi, di mana abses telah menyebar. Kondisi ini dapat berkembang dengan cepat menyebabkan penyumbatan jalan nafas, dan menyebabkan kematian. Pasien ini dapat sembuh setelah perawatan yang intensif di ICU dan mendapatkan perawatan bedah dan pemberian antibiotik.

Selain itu, bakteri yang menginfeksi gigi dapat memasuki peredaran darah, dan menginfeksi organ vital seperti jantung dan otak, yang juga berujung kepada kematian.

Tidak ada satupun orang yang dapat mencegah datangnya ajal, namun sungguh tragis bila seseorang meninggal karena sakit gigi yang sebetulnya dapat dicegah menjadi parah kalau saja ditangani sedini mungkin.

Sumber: http://content.nejm.org/cgi/content/full/359/14/1501

Senin, 20 Maret 2017

Smile Design (Layanan Unggulan Premier Dental Gallery )

Saat ini Veneer Gigi sudah mulai popular di Indonesia dan menjadi bagian dari gaya hidup saat ini. Veneer gigi adalah lapisan tipis material yang ditempel permanen di permukaan gigi. Analogi mudahnya seperti pemasangan kuku palsu tapi di gigi.

Tujuannya veneer adalah:

Untuk menutupi warna gigi yang kuning sehingga gigi jadi tampak putih bersinar
Untuk menutup renggang antara 2 gigi
Untuk memperbaiki gigi yang patah atau keropos
Untuk meratakan posisi gigi yang sedikit ngga rapi
Untuk memperbaiki bentuk gigi agar terlihat lebih baik

Veneer sendiri ada 2 macam:

1. Direct Vener (Composite Veneer), veneer yang langsung dikerjakan dan dibentuk di gigi kamu dengan menggunakan bahan resin komposit. Veneer ini lebih ekonomis dan praktis karena dengan sekali kunjungan ke dokter gigi ahli estetis, veneer langsung terpasang hingga selesai. Kekurangannya adalah bahan composite mudah menyerap warna dan ketahanannya tidak selama yang porcelain. Gigi yang ngga rata dan kuning bisa dikoreksi sekaligus dengan veneer

2. Indirect Veneer (Porcelain Veneer), veneer yang terbuat dari bahan porcelain. Veneer ini membutuhkan minimal dua kali kunjungan ke dokter gigi. Yang pertama kali gigi dikecilkan dan dicetak. Veneer kemudian dibuat di Laboratorium minimal seminggu. Dan kunjungan keduanya, dipasang di gigi. Porcelain veneer lebih mahal dibandingkan composite veneer tapi ketahananannya lebih baik dan lebih stabil warnanya.

Biasanya untuk kamu-kamu yang ingin gigi putih maksimal, veneer bisa menjadi pilihan. Veneer lebih  unggul dlm hal predictability dibandingkan prosedur whitening gigi (bleaching gigi) karena kamu bisa memilih hasil warna akhir yang diinginkan. Lain halnya dengan bleaching, respon gigi setelah dibleaching unpredictable dan bisa berbeda-beda antar individu. Dan biasanya hasil bleaching juga terlihat lebih natural dan ngga bisa seputih warna veneer. Untuk memutuskan prosedur apa yang lebih tepat untuk mewujudkan senyum yang kamu inginkan, ada baiknya kamu berdiskusi dengan dokter gigi ahli estetis kamu.

Nah, bila kamu ingin veneer, tahapan yang perlu dilakukan biasanya cukup simple

1. Buat appointment dengan dokter gigi ahli estetis. Di Indonesia dokter yang berkompeten menangani adalah Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi.

2. Kunjungan pertama ke dokter gigi : Smile Analysis. Biasanya di kunjungan ini kamu akan diajak berdiskusi oleh dokter kamu mengenai Konsep Senyum yang kamu inginkan, seperti: ingin putihkah? Ingin ratakah? Ingin bentuknya seperti gigi kelinci-kah? Derajat putih yang diharapkan? Berapa gigi yang perlu diveneer? Atau ada point2 yang kamu ingin ada di hasilnya. Nantinya, dokter akan memberi masukan-masukan untuk mewujudkan “smile” yang kamu inginkan. Sometimes, ada prosedur yang namanya mock-up. Prosedur ini dilakukan bila kamu ingin tau kira-kira hasil akhir bentuk gigi yang akan diveneer. So, dokter gigi akan membuatkan model bentuk veneer di gigi untuk kamu coba dan visualisasikan sebelum gigi dikecilkan sehingga kamu bisa dapat gambaran hasil akhir yang akan diperoleh.

3. Bila kamu udah sepakat dengan dokter kamu mengenai tindakan yang akan dilakukan,persiapan veneer bisa dimulai. Pertama-tama, gigi kamu dikurangi ketebalannya sekitar 0.5 mm untuk tempat dipasangnya veneer. Ini tujuannya agar gigi tidak terlihat terlalu tebal atau maju setelah dipasang veneernya nanti.

4. Bila kamu memilih direct veneer, veneer akan langsung diaplikasikan di gigi kamu. Tapi bila kamu memilih porcelain veneer, gigi kamu kemudian akan dicetak dan dibuatkan veneer sementara. Minggu depannya baru kemudian veneer dipasang.

5. Pada kasus-kasus yang kompleks, ada kalanya perlu beberapa kali kunjungan dan trial sebelum porcelain veneer bisa dipasang.

Then, Voilaa!! Gigi kamu kemudian akan putih cemerlang seperti yang diharapkan. Sebagai gambaran, Ini contoh foto before-after beberapa artis Hollywood yang menggunakan veneer.

Untuk Informasi lebih lanjut atau pertanyaan mengenai Veneer di Premier Dental Gallery, kamu bisa menghubungi customer service kami:

Murni, Fidya 081297611611(call/sms/whatsapp)

Atau via web di sini

Senin, 13 Maret 2017

Cara Gosok Gigi Yang Benar

Penampilan yang baik merupakan salah satu hal yang sangat penting di perhatikan. Ada banyak hal yang harus di jaga jika ingin penampilan anda tetap menarik. Salah satunya dengan merawat kesehatan gigi dan mulut. Saat anda berinteraksi dengan orang lain, maka kebersihan dan putihnya gigi anda akan menjadi hal yang utama.

Oleh Karena itu menggosok gigi anda haruslah dengan cara yang baik dan benar. Sebab jika asal-asalan saja maka hasilnya tidak akan maksimal dan memberikan hasil yang kurang baik bagi gigi anda. Pahami dan terapkan 10 cara baik dan benar menggosok gigi agar anda dapat memiliki gigi putih sehat dan cantik.

10 langkah Terbaik dan Benar Menggosok Gigi    

1  Kurangi penggunaan odol yang berlebihan

Banyak sekali orang yang salah memahami bahwa dengan menggunakan banyak busa lewat odol maka akan membuat gigi cepat bersih. Namun sebaiknya anda menggunakan odol yang seukuran biji jagung saja sebab jika busa saat menyikat gigi banyak akan membuat anda ingin cepat menyelesaikannya.

2.  Gosok gigi 45 menit setelah mengonsumsi soda

Soda dapat membuat gigi and rapuh jika langsung menggosoknya stelah mengonsumsinya. Sisa asam pada soda yang bercampur zat yang ada pada odol atau pasta gigi akan membuat gigi anda cukup berpotensi untuk rapuh.

3.  Gosok dengan lembut

Saat menggosok gigi, gosoklah gigi anda dengan lembut. Jangan terlalu keras dan gosoklah dengan lama di arah depan terlebih dahulu. Menggosok gigi dengan keras akan menyebabkan gusi surut dan gigi menjadi sensitive. Jadi pahami 10 cara baik dan benar menggosok gigi.

4  Sikat satu persatu

Sikat gigi anda satu persatu dan hindari untuk menyikatnya secara keseluruhan. Saat menyikat gigi anda habiskanlah waktu 12-13 detik per gigi hingga gigi anda benar-benar bersih. Rongga mulut anda sebaiknya anda bersihkan dengan baik.

5  Sikat arah vertical

Sikat gigi anda dengan arah vertical hingga seluruh kotoran pada sela-sela gigi anda juga ikut terangkat. Usahakan untuk memeriksa seluruh sela-sela gigi anda setiap menyikat gigi anda.

6  Vertikal di bagian kanan dan kiri

Setelah menyikat gigi bagian depan, maka beralihlah menyikatnya secara vertical di bagian samping kanan dan kiri anda. Pastikan seluruh bagian samping gigi anda tersikat dengan baik satu persatu.

7  Bagian dalam gigi

Setelah menyikat bagian samping kanan dan kiri, berikutnya adalah menyikat bagian dalam gigi anda. Sikat dengan baik secara merata dan bersih sebab bagian dalam gigi merupakan bagian yang banyak menyimpan sisa-sisa makanan.

8  Menyikat lidah dan langit-langit

Saat menyikat gigi, bukan hanya gigi saja yang harus anda perhatikan, namun sikatlah pula lidah anda dan juga langit-langit, sebab bakteri juga bisa bersarang di dua tempat tersebut.

9  Gunakan penyegar mulut

Penting juga bagi anda untuk menggunakan cairan penyegar mulut. Sebab dengan cairan mulut tersebut anda bisa mengurangi jumlah bakteri pada mulut anda. Mulut anda akan segar dan terhindar dari bakteri.

10  Pilihlah sikat yang lembut

Saat memilih sikat gigi, maka pilihlah yang sikatnya lembut karena dengan menggunakan sikat yang keras maka akan merusak gusi. Setelah pemakaian sikat gigi yang lebih dari 3 bulan, maka anda perlu segera menggantinya dengan yang baru. Sebab akan memberikan hasil yang kurang maksimal saat menyikat gigi anda.

https://kesehatangigi.blogspot.co.id/2014/06/10-cara-benar-menggosok-gigi.html?m=1

Cuci Tanganmu Dengan Benar


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak lama menganjurkan agar kita rajin cuci tangan pakai sabun. Tujuannya agar bakteri tidak sampai masuk ke tubuh sehingga kita terhindar terkena beragam jenis penyakit. Namun, apakah hanya menyabuni tangan dengan sabun, menggosok selama 20 detik sela demi sela di jari, lalu membilas menggunakan air yang mengalir cukup efektif membunuh kuman?

WHO punya enam langkah jitu mencuci tangan yang benar yang direkomendasikan untuk kita, sehingga bakteri tersebut benar-benar terbunuh. Para peneliti dari Glasgow Caledonian Univesity di Skotlandia telah membuktikannya setelah mengamati 42 dokter dan 78 perawat yang kerap membersihkan tangan menggunakan cairan antiseptik dengan tambahan alkohol setelah merawat pasien.

Setelah diubah menggunakan enam metode yang dianjurkan WHO, mereka yang biasa mudah sakit padahal sudah rajin cuci tangan menggunakan cairan antiseptik, justru lebih jarang sakit. Jacqui Reilly, PhD, profesor pencegahan dan pengendalian infeksi di Glasgow Caledonian University mengatakan, cara ini memang memakan waktu agak sedikit lama dari cara-cara yang pernah ada, yaitu 42,5 detik.

Berikut enam cara mencuci tangan yang benar menurut WHO, seperti dikutip dari Daily Mail pada Senin (11/4/2016):

Basahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan lengan memakai air yang mengalir, ambil sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut.
Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian
Jangan lupa jari-jari tangan, gosok sela-sela jari hingga bersih
Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkan
Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan .Bersihkan kedua pergelangan tangan secara bergantian dengan cara memutar, kemudian diakhiri dengan membilas seluruh bagian tangan dengan air bersih yang mengalir lalu keringkan memakai handuk atau tisu.

http://m.liputan6.com/health/read/2480347/enam-cara-mencuci-tangan-yang-benar-menurut-who

Selasa, 07 Maret 2017

Why should your children get fissure sealant


Sealants can protect your children's back teeth, so that they may never need to have a filling! They are a protective plastic coating, which are applied to the chewing surfaces of teeth at risk of decay. The chewing surfaces of back teeth have small grooves or fissures which often extend right down into the tooth itself. However well the teeth are brushed, these fissures are very difficult to clean thoroughly. Bacteria and food particles stick to them and eventually cause decay. Fissure sealants completely seal off these grooves, preventing any food particles or bacteria from getting in. They do not affect the normal chewing function of teeth.

It's best to get advice from your dentist or dental therapist if your child would benefit from fissure sealing the permanent back molar teeth

How is it done?

First the fissure is checked for decay. Then the process simply involves cleaning the tooth surface, preparing it with a special solution, and then applying the coating.  No injections or drilling are needed, and the entire process is pain free.

When should it be done?

The first permanent back molars are usually sealed between 6 and 7 years of age. If required the rest of the molars are usually sealed as soon as they appear which can be any time between 11 and 14 years.

Do the teeth need special care afterwards?

No special care is needed, but the back teeth still need to be brushed regularly with a good toothbrush, preferably using fluoride toothpaste. It's also important to keep going to your dentist or dental therapist for regular check-ups because other teeth might need attention

http://www.healthysmiles.org.nz/your-oral-health/oral-health-topics/fissure-sealants/

Apakah Gigiku Berlubang?

JiPenyakit gigi dan mulut merupakan penyakit masyarakat yang diderita oleh 90% penduduk Indonesia, sebab gigi memiliki sifat progresif yaitu apabila tidak dirawat dan diobati akan mengakibatkan makin parah dan bersifat Irreversibble yaitu apabila ada jaringan yang sudah rusak tidak akan dapat tumbuh kembali. Salah satunya yaitu Karies gigi atau lubang gigi yang sampai saat ini masih menjadi masalah utama di bidang Kedokteran Gigi secara khusus di Indonesia. Hal inilah yang sangat kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat sehingga angka kesehatan gigi tiap tahunnya hampir selalu mengalami penurunan.

Karies gigi ( gigi berlubang ) merupakan penyakit jaringan keras gigi, yang ditandai dengan adanya kerusakan jaringan keras gigi itu sendiri. Keadaan ini terjadi akibat suatu proses yang secara bertahap melarutkan email (permukaan gigi sebelah luar yang keras ) dan terus berkembang kebagian dalam gigi. Jika tidak diobati karies gigi akan terus berkembang dan pada akhirnya akan menyebabkan gigi tanggal.

Bakteri yang menempel pada permukaan gigi merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya karies. Bakteri dapat mengubah semua makanan, terutama gula, menjadi asam. Bakteri, asam, sisa makanan, dan ludah akan membentuk lapisan lengket yang melekat pada permukaan gigi. Lapisan lengket inilah yang disebut plak. Plak akan terbentuk 20 menit setelah makan. Zat asam dalam plak akan menyebabkan jaringan keras gigi larut dan terjadilah karies. Bakteri yang paling berperan dalam menyebabkan karies adalah Streptococcus mutans. Faktor-faktor lain yang ikut mempengaruhi terjadinya karies gigi yaitu kualitas gigi, jumlah dan kualitas saliva/air ludah serta faktor waktu lamanya gigi terpapar oleh asam yang dihasilkan bakteri pada plak gigi.

TANDA DAN GEJALA

Karies ditandai dengan adanya lubang pada jaringan keras gigi, dapat berwarna coklat atau hitam. Gigi berlubang biasanya tidak terasa sakit sampai lubang tersebut bertambah besar dan mengenai persyarafan dari gigi tersebut. Pada karies yang cukup dalam, biasanya keluhan yang sering dirasakan pasien adalah rasa ngilu bila gigi terkena rangsang panas, dingin, atau manis. Bila dibiarkan, karies akan bertambah besar dan dapat mencapai kamar pulpa, yaitu rongga dalam gigi yang berisi jaringan
syaraf dan pembuluh darah. Bila sudah mencapai kamar pulpa, akan terjadi proses peradangan yang menyebabkan rasa sakit yang berdenyut. Lama kelamaan, infeksi bakteri dapat menyebabkan kematian jaringan dan infeksi dapat menjalar ke jaringan tulang penyangga gigi.

Pada kasus lebih lanjut, bakteri dapat masuk kedalam pembuluh darah dan menyebar ke organ tubuh lain nya, kemudian menimbulkan infeksi dan menggakibatkan gangguan pada organ pernafasan, otak dan jantung.

PENCEGAHAN

Upaya pencegahan karies dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan menjaga kebersihan mulut (misalnya menggosok gigi secara teratur, kunjungan berkala ke dokter gigi), mengatur pola makan sehat, serta flouridasi secara sistemik dan topikal.

Kebersihan mulut

Kebersihan perorangan terdiri dari pembersihan gigi yang baik. Kebersihan mulut yang baik diperluklan untuk meminimalisir agen penyebab penyakit mulut dan membuang plak gigi. Plak tersebut mengandung bakteri. Karies dapat dicegah dengan pembersihan dan pemeriksaan gigi teratur.

Pengaturan makanan

Untuk kesehatan gigi, pengaturan konsumsi gula penting diperhatikan. Gula yang tersisa pada mulut dapat memproduksi asam oleh bakteri.

Flouridasi

Efek fluoride untuk menghambat karies telah diketahui selama lebih dari 50 tahun. Berdasarkan beberapa penelitian terkini tentang fluoride, diketahui bahwa efek pencegahan karies oleh fluoride lebih baik dilakukan setelah gigi tumbuh dengan cara aplikasi fluor secara topikal atau langsung pada gigi. Aplikasi fluor secara topikal mempengaruhi proses karies dalam berbagai cara salah satunya dengan menghambat larutnya email/lapisan gigi terluar terhadap asam dari bakteri (gigi lebih kuat) Jadi, fluoridasi dengan teknik dan metode yang tepat merupakan salah satu cara yang efektif  untuk menurunkan angka karies gigi di Indonesia.

Sumber fluor dari bahan makanan dan minuman antara lain terdapat pada makanan laut, sawi, teh dan air minum. Ikan yang dikonsumsi bersama tulangnya juga mempunyai kandungan fluor tinggi. Salah satu makanan laut yang paling dikenal dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia adalah ikan teri. Ikan teri mengandung fluor dalam jumlah yang cukup. Ikan teri dapat digunakan untuk fluoridasi secara topikal.. Dengan demikian untuk memperoleh sumber fluor bagi kesehatan gigi sebenarnya cukup mudah.

http://mitrakeluarga.com/cibubur/waspadai-gigi-berlubang/