Minggu, 23 April 2017
Kamis, 13 April 2017
Apa sih Dokter Gigi Spesialis Konservasi
Sebagian dokter gigi yang mengambil spesialisasi konservasi gigi mengkhususkan bidang kerja Mempertahankan & melestarikan gigi di dalam rongga mulut.
Spesialis konservasi gigi disebut juga endodontist, endodontis adalah spesialis dalam kedokteran gigi dengan keahlian pencegahan dan penanggulangan karies, restorasi, perawatan estetik dan kosmetik gigi, perawatan endodontik konvensional dan bedah.
Keahlian yang dimiliki oleh seorang SpKG diantaranya:
Perawatan dan pencegahan gigi berlubang, Penambalan gigi sesuai dengan kasus (pembuatan veneer, mahkota, pasak, onlay, inlay) , Perawatan gigi berlubang dalam yang sudah mencapai ke ruang saraf dan pembuluh darah gigi , Perawatan saluran akar gigi, dentin hipersensitif, fraktur mahkota gigi, lesi karies radiasi, gigi avulsi, Bedah endodontik, Pemutihan gigi eksterna dan interna, Layanan estetik.
Minggu, 09 April 2017
Tahukah kamu tentang Diskolorasi ?
Diskolorasi adalah perubahan warna pada gigi. Diskolorasi menyebabkan kepercayaan diri yang menurun, menarik dari dari pergaulan, mengganggu artikulasi bicara, dan bahkan perubahan sikap psikologis seseorang.
Penyebab perubahan warna secara umum dibagi atas diskolorasi ekstrinsik dan diskolorasi intrinsik. Penyebab perubahan warna pada gigi yang juga diperhatikan adalah diskolorasi karena proses penuaan.
Faktor Ekstrinsik
Perubahan warna pada gigi yang berasal dari luar gigi:
a. Kebersihan mulut yang tidak baik. Perubahan warna pada gigi karena kebersihan mulut yang tidak baik, dapat menyebabkan gigi bewarna hijau,jingga, kuning, atau cokelat.
b. Pengaruh makanan dan minuman, misal nya kopi, the, kunyit, dan lain-lain.
c. Pengaruh rokok dan tembakau menghasilkan warna cokelat sampai hitam pada bagian leher gigi. Distribusi dan perubahan warna yang terjadi bergantung pada tipe, jumlah, dan lama nya kebiasaan merokok.
d. Bahan tambalan logam yang mengandung perak nitrat, bila berkontak dengan dinding kavitas, lambat laun dapat menyebabkan perubahan warna gigi menjadi abu-abu gelap.
Faktor Intrinsik
Penyebab perubahan warna gigi berasal dari gigi itu sendiri:
a. Dekomposisi jaringan pulpa atau sisa makanan. Ada nya gas yang dihasilkan oleh pulpa nekrosis dapat membentuk ion sulfide yang bewarna hitam.
b. Pemakaian anti biotik, misal nya tetrasiklin. Tetrasiklin merupakan penyebab paling sering dari perubahan warna gigi yang bersifat intrinsik. Pemakaian obat golongan tetrasiklin selama proses pertumbuhan gigi dapat menyebab kan perubahan warna gigi yang permanen.
Periode waktu pemberian tetrasiklin yang menyebabkan perubahan warna pada gigi:
1) Semasa dalam kandungan pada usia kehamilan ibu lebih dari 4 bulan, molekul tetrasiklin dapat melewati barier plasenta mengenai gigi sulung yang sedang terbentuk.
2) Masa bayi sesudah lahir sampai usia 5 tahun, pada periode ini terjadi pembentukan mahkota gigi seri permanen.
c. Penyakit metabolic yang berat selama fase pertumbuhan gigi, misal nya alkaptonuria yang menyebabkan warna cokelat, endemik flourosis yang menyebabkan bercak cokelat , endemik bercak cokelat pada gigi.
d. Pendarahan dalam kamar pulpa. Ini disebabkan oleh terjadi nya trauma, aplikasi bahan devitalisasi arsen ataupun eksterpasi pulpa yang masih vital.
e. Medikamentasi saluran akar. Obat terapeutik yang digunakan dalam endodonti dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi, misal nya perak nitrat.
Diskolorisasi karena proses penuaan merupakan diskolorisasi ekstrinsik yang terjadi bersamaan dengan perubahan fisiologis instrinsik. Pada beberapa kasus, diskolorisasi ekstrinsik disebabkan oleh makanan atau minuman seperti teh, kopi, tembakau dan sebagainya. Perubahan fisiologis yang menyertai berupa penipisan email gigi dan pembentukan retak-retakan dan celah-celah kecil pada permukaan email gigi.
Pencegahan dan Perawatan diskolorasi.
Diskolarasi pada gigi merupakan faktor yang sangat merugikan bagi penderitanya apalagi jika terjadi pada gigi anterior yang menarik perhatian sebagai titik pandang pertama ketika seseorang membuka mulut atau berbicara.
Gigi yang putih sangat menarik untuk dilihat, tetapi tidak banyak orang yang beruntung memiliki warna gigi yang sempurna. Dewasa ini banyak dijumpai pasien yang mengalami perubahan warna gigi, pewarnaan ini dapat hanya mengenai satu gigi, beberapa gigi,atau semua gigi. Selain itu, pewarnaan gigi dapat hanya pada permukaan saja, tetapi dapat juga melibatkan struktur gigi.
Ada beberapa cara penanggulangan perubahan warna yangterjadi pada gigi, misal nya dengan melakukan pelapisan/dengan pembuatan mahkota tiruan.
Namun, dewasa ini metode bleaching lebih dianjurkan karena mempunyai beberapa keuntungan, antara lain: Dari segi estetis lebih baik karena tidak banyak dilakukan pengambilan jaringan keras gigi. Iritasi pada gingival dapat dihindari dengan :
Perawatan relative lebih mudah dibandingkan dengan pembuatan mahkota tiruan
Bleaching merupakan suatu cara pemutihan kembali gigi yang berubah warna sampai mendekati warna gigi asli dengan proses perbaikan secara kimiawi. Tujuan nya adalah untuk mengembalikan estetis gigi.
Kamis, 06 April 2017
Tambalan Gigi Estetik
Proses penambalan gigi tidak bisa dilakukan sembarangan, tambalan yang bagus adalah yang memenuhi unsur estetika dan.fungsi gigi, tambalan seperti itu disebut tambalan estetik.
Tambalan Estetik
Tambalan.estetik adalah metode restorasi gigi yang memungkinkan untuk mempertahankan jaringan gigi sebanyak mungkin, untuk mengembalikan bentuk anatomi gigi, memiliki warna, kejelasan dan kecemerlangan gigi alami dan sehat.
Tambalan estetika direkomendasikan untuk gigi yang terkena karies dan juga untuk gigi yang memiliki warna yang berbeda dengan gigi lainnya, gigi yang kusam dan memiliki posisi yang salah, untuk mengisi diastema (kesenjangan atau celah antara gigi), untuk mengembalikan gigi yang patah atau rusak karena terbentur.
Pada proses penambalan estetika, selama rekonstruksi gigi, relief permukaan mengunyah gigi dipulihkan berkaitan dengan fungsi dan estetika. Alur dikembalikan ke.bentuk terbaik untuk proses mengunyah yang efektif. Hal ini untuk mencegah kerusakan gigi setelah perawatan.
Restorasi dalam proses penambalan dilakukan dengan menerapkan tambalan yang sangat memperhatikan warna dan kecerahan gigi alami dan sehat dengan kualitas terbaik.
Surabaya Smile Design by Premier Dental Gallery
‘Smile design’ is often used as the synonym of a dental treatment with esthetic purposes. Smile design is the process including previsualization of an esthetic dental treatment targeting a more harmonious state instead of the current disharmony, according the rules of facial, smile, tooth and gingival harmony and the individual needs of the patient, paying particular attention to the functional aspects and the feasibility.
Veneer
What is a veneer?
A veneer is a thin layer of porcelain made to fit over the front surface of a tooth, like a false fingernail fits over a nail. Sometimes a natural-colour ‘composite' material is used instead of porcelain.
When would I need a veneer?
Veneers can improve the colour, shape and position of your teeth. A precise shade of porcelain can be chosen to give the right colour to improve a single discoloured tooth or to lighten your front teeth. A veneer can make a chipped tooth look whole again. The porcelain covers the whole of the front of the tooth, with a thicker section replacing the broken part. Veneers can also be used to close small gaps, when orthodontics (braces) are not suitable. If one tooth is slightly out of position, a veneer can sometimes be fitted to bring it into line with the others.
What are the advantages of veneers?
Veneers make teeth look natural and healthy. Because they are very thin and are held in place by a special, strong adhesive, very little preparation of the tooth is needed. Some types of veneers don't need any preparation at all.
Comfort
We take measures to make sure our patients are physically and emotionally comfortable, have their questions and concerns fully answered, are fully informed before making treatment choices, and understand they are in control of those choices.
Convenience
With expert dentist in Pakuwon City Residences at East Surabaya. Surabaya Smile Design by Premier Dental Gallery helps families maintain good oral health with regular teeth cleanings, dental checkups, and other preventative services.
Expertise
We are smile design experts. If your smile needs an esthetic improvement, a cosmetic dentist and Endodontist at Premier Dental Gallery can help you achieve and maintain a healthy, gorgeous grin with Safety. We follow all safety and sterilization protocols with focus on every detail.
Our Services :
· Smile Designing
· Customized Porcelain Veneers
· Teeth Whitening
· Custom Crown, Bridges, and Dentures
· Dental Implants
· Natural Looking Tooth Fillings
· Bonding
· Root Canal Treatments
· Extractions
· Teeth Cleaning
· Cosmetic Dentistry
· Periodontal Cleaning
· Braces
Ensuring that each patient leaves our offices feeling good about their experience! Give Us a Call To Book a Free Evaluation.
If you haven’t been to the dentist in a while or are hesitant to invest in your smile, we want to assure you that we strive to make dentistry affordable for our patients.
Minggu, 02 April 2017
Sakit Gigi Bisa Menyebabkan Kematian?
Benar nggak sih sakit gigi aja bisa meyebabkan kematian?
Deamonte Driver baru berumur 12 tahun saat ia menghembuskan nafas terakhirnya. Anak yang berasal dari Maryland ini meninggal karena infeksi otak, dimana infeksi tersebut berasal dari infeksi gigi yang tidak dirawat. Selama 6 minggu ia dirawat di rumah sakit, dan bakteri yang menyebabkan abses pada gusinya telah menyebar dan menyebar ke otak hingga akhirnya ia menyerah.
Driver bukan satu-satunya pasien yang meninggal akibat sakit gigi yang tidak dirawat. Setiap tahunnya dilaporkan kasus pasien yang meninggal disebabkan masalah gigi dan mulut yang dibiarkan dan disepelekan. Bukan hanya di luar negeri, di Indonesia pun banyak terjadi kasus seperti ini, walau mungkin tidak banyak yang diangkat oleh media. Salah satunya menimpa almarhum Leysus, pelawak yang pernah tergabung dalam kelompok Srimulat.
Masih banyak orang yang menganggap sakit gigi dapat sembuh dan hilang sendiri asal sudah tidak terasa sakit lagi, dan tidak sebahaya penyakit lain seperti jantung atau stroke yang dapat berujung kepada kematian. Sakit gigi hanya dianggap masalah “lokal”, tidak akan lari kemana-mana, tidak akan menjalar ke bagian tubuh yang lain. Anggapan ini harus segera diluruskan.
Awalnya hanya lubang kecil pada gigi. Pola makan tidak sehat dipadu dengan kelalaian menjaga kebersihan mulut membuat lubang tersebut makin lama makin besar. Infeksi terus berlanjut, dapat menyebabkan persyarafan gigi mati, kemudian bakteri mencapai jaringan di bawah gigi dan menyebabkan abses yang berisi nanah. Jika tidak dirawat, abses dapat mengarah kepada komplikasi yang serius dan mengancam jiwa.
Jangan kaget bila Anda menjumpai seseorang yang sedang sakit gigi hingga daerah kepala dan lehernya bengkak. Pada pasien dengan daya tahan tubuh yang lemah dan tidak segera mendapatkan perawatan, abses yang berisi nanah dapat menyebar ke daerah jaringan sekitar, bahkan ke daerah kepala dan leher. Abses tahap lanjut juga dapat merusak jaringan dan tulang di daerah yang tertipis, sehingga nanah keluar menembus pipi. Abses gigi yang sudah menyebar ke rongga-rongga yang terdapat pada wajah dapat menyebabkan kondisi yang disebut Angina ludwig, dimana terjadi pembengkakan yang masif, dan penderita sangat kesakitan, susah menelan, kesulitan bernafas, demam tinggi dan tubuh terasa lemas. Pada tahap ini, bila perawatan tidak segera diberikan maka dapat berakibat fatal dan mengakibatkan kematian.
Pasien yang mengalami Angina ludwig akibat sakit gigi, di mana abses telah menyebar. Kondisi ini dapat berkembang dengan cepat menyebabkan penyumbatan jalan nafas, dan menyebabkan kematian. Pasien ini dapat sembuh setelah perawatan yang intensif di ICU dan mendapatkan perawatan bedah dan pemberian antibiotik.
Selain itu, bakteri yang menginfeksi gigi dapat memasuki peredaran darah, dan menginfeksi organ vital seperti jantung dan otak, yang juga berujung kepada kematian.
Tidak ada satupun orang yang dapat mencegah datangnya ajal, namun sungguh tragis bila seseorang meninggal karena sakit gigi yang sebetulnya dapat dicegah menjadi parah kalau saja ditangani sedini mungkin.
Sumber: http://content.nejm.org/cgi/content/full/359/14/1501