Senin, 20 Maret 2017

Smile Design (Layanan Unggulan Premier Dental Gallery )

Saat ini Veneer Gigi sudah mulai popular di Indonesia dan menjadi bagian dari gaya hidup saat ini. Veneer gigi adalah lapisan tipis material yang ditempel permanen di permukaan gigi. Analogi mudahnya seperti pemasangan kuku palsu tapi di gigi.

Tujuannya veneer adalah:

Untuk menutupi warna gigi yang kuning sehingga gigi jadi tampak putih bersinar
Untuk menutup renggang antara 2 gigi
Untuk memperbaiki gigi yang patah atau keropos
Untuk meratakan posisi gigi yang sedikit ngga rapi
Untuk memperbaiki bentuk gigi agar terlihat lebih baik

Veneer sendiri ada 2 macam:

1. Direct Vener (Composite Veneer), veneer yang langsung dikerjakan dan dibentuk di gigi kamu dengan menggunakan bahan resin komposit. Veneer ini lebih ekonomis dan praktis karena dengan sekali kunjungan ke dokter gigi ahli estetis, veneer langsung terpasang hingga selesai. Kekurangannya adalah bahan composite mudah menyerap warna dan ketahanannya tidak selama yang porcelain. Gigi yang ngga rata dan kuning bisa dikoreksi sekaligus dengan veneer

2. Indirect Veneer (Porcelain Veneer), veneer yang terbuat dari bahan porcelain. Veneer ini membutuhkan minimal dua kali kunjungan ke dokter gigi. Yang pertama kali gigi dikecilkan dan dicetak. Veneer kemudian dibuat di Laboratorium minimal seminggu. Dan kunjungan keduanya, dipasang di gigi. Porcelain veneer lebih mahal dibandingkan composite veneer tapi ketahananannya lebih baik dan lebih stabil warnanya.

Biasanya untuk kamu-kamu yang ingin gigi putih maksimal, veneer bisa menjadi pilihan. Veneer lebih  unggul dlm hal predictability dibandingkan prosedur whitening gigi (bleaching gigi) karena kamu bisa memilih hasil warna akhir yang diinginkan. Lain halnya dengan bleaching, respon gigi setelah dibleaching unpredictable dan bisa berbeda-beda antar individu. Dan biasanya hasil bleaching juga terlihat lebih natural dan ngga bisa seputih warna veneer. Untuk memutuskan prosedur apa yang lebih tepat untuk mewujudkan senyum yang kamu inginkan, ada baiknya kamu berdiskusi dengan dokter gigi ahli estetis kamu.

Nah, bila kamu ingin veneer, tahapan yang perlu dilakukan biasanya cukup simple

1. Buat appointment dengan dokter gigi ahli estetis. Di Indonesia dokter yang berkompeten menangani adalah Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi.

2. Kunjungan pertama ke dokter gigi : Smile Analysis. Biasanya di kunjungan ini kamu akan diajak berdiskusi oleh dokter kamu mengenai Konsep Senyum yang kamu inginkan, seperti: ingin putihkah? Ingin ratakah? Ingin bentuknya seperti gigi kelinci-kah? Derajat putih yang diharapkan? Berapa gigi yang perlu diveneer? Atau ada point2 yang kamu ingin ada di hasilnya. Nantinya, dokter akan memberi masukan-masukan untuk mewujudkan “smile” yang kamu inginkan. Sometimes, ada prosedur yang namanya mock-up. Prosedur ini dilakukan bila kamu ingin tau kira-kira hasil akhir bentuk gigi yang akan diveneer. So, dokter gigi akan membuatkan model bentuk veneer di gigi untuk kamu coba dan visualisasikan sebelum gigi dikecilkan sehingga kamu bisa dapat gambaran hasil akhir yang akan diperoleh.

3. Bila kamu udah sepakat dengan dokter kamu mengenai tindakan yang akan dilakukan,persiapan veneer bisa dimulai. Pertama-tama, gigi kamu dikurangi ketebalannya sekitar 0.5 mm untuk tempat dipasangnya veneer. Ini tujuannya agar gigi tidak terlihat terlalu tebal atau maju setelah dipasang veneernya nanti.

4. Bila kamu memilih direct veneer, veneer akan langsung diaplikasikan di gigi kamu. Tapi bila kamu memilih porcelain veneer, gigi kamu kemudian akan dicetak dan dibuatkan veneer sementara. Minggu depannya baru kemudian veneer dipasang.

5. Pada kasus-kasus yang kompleks, ada kalanya perlu beberapa kali kunjungan dan trial sebelum porcelain veneer bisa dipasang.

Then, Voilaa!! Gigi kamu kemudian akan putih cemerlang seperti yang diharapkan. Sebagai gambaran, Ini contoh foto before-after beberapa artis Hollywood yang menggunakan veneer.

Untuk Informasi lebih lanjut atau pertanyaan mengenai Veneer di Premier Dental Gallery, kamu bisa menghubungi customer service kami:

Murni, Fidya 081297611611(call/sms/whatsapp)

Atau via web di sini

Senin, 13 Maret 2017

Cara Gosok Gigi Yang Benar

Penampilan yang baik merupakan salah satu hal yang sangat penting di perhatikan. Ada banyak hal yang harus di jaga jika ingin penampilan anda tetap menarik. Salah satunya dengan merawat kesehatan gigi dan mulut. Saat anda berinteraksi dengan orang lain, maka kebersihan dan putihnya gigi anda akan menjadi hal yang utama.

Oleh Karena itu menggosok gigi anda haruslah dengan cara yang baik dan benar. Sebab jika asal-asalan saja maka hasilnya tidak akan maksimal dan memberikan hasil yang kurang baik bagi gigi anda. Pahami dan terapkan 10 cara baik dan benar menggosok gigi agar anda dapat memiliki gigi putih sehat dan cantik.

10 langkah Terbaik dan Benar Menggosok Gigi    

1  Kurangi penggunaan odol yang berlebihan

Banyak sekali orang yang salah memahami bahwa dengan menggunakan banyak busa lewat odol maka akan membuat gigi cepat bersih. Namun sebaiknya anda menggunakan odol yang seukuran biji jagung saja sebab jika busa saat menyikat gigi banyak akan membuat anda ingin cepat menyelesaikannya.

2.  Gosok gigi 45 menit setelah mengonsumsi soda

Soda dapat membuat gigi and rapuh jika langsung menggosoknya stelah mengonsumsinya. Sisa asam pada soda yang bercampur zat yang ada pada odol atau pasta gigi akan membuat gigi anda cukup berpotensi untuk rapuh.

3.  Gosok dengan lembut

Saat menggosok gigi, gosoklah gigi anda dengan lembut. Jangan terlalu keras dan gosoklah dengan lama di arah depan terlebih dahulu. Menggosok gigi dengan keras akan menyebabkan gusi surut dan gigi menjadi sensitive. Jadi pahami 10 cara baik dan benar menggosok gigi.

4  Sikat satu persatu

Sikat gigi anda satu persatu dan hindari untuk menyikatnya secara keseluruhan. Saat menyikat gigi anda habiskanlah waktu 12-13 detik per gigi hingga gigi anda benar-benar bersih. Rongga mulut anda sebaiknya anda bersihkan dengan baik.

5  Sikat arah vertical

Sikat gigi anda dengan arah vertical hingga seluruh kotoran pada sela-sela gigi anda juga ikut terangkat. Usahakan untuk memeriksa seluruh sela-sela gigi anda setiap menyikat gigi anda.

6  Vertikal di bagian kanan dan kiri

Setelah menyikat gigi bagian depan, maka beralihlah menyikatnya secara vertical di bagian samping kanan dan kiri anda. Pastikan seluruh bagian samping gigi anda tersikat dengan baik satu persatu.

7  Bagian dalam gigi

Setelah menyikat bagian samping kanan dan kiri, berikutnya adalah menyikat bagian dalam gigi anda. Sikat dengan baik secara merata dan bersih sebab bagian dalam gigi merupakan bagian yang banyak menyimpan sisa-sisa makanan.

8  Menyikat lidah dan langit-langit

Saat menyikat gigi, bukan hanya gigi saja yang harus anda perhatikan, namun sikatlah pula lidah anda dan juga langit-langit, sebab bakteri juga bisa bersarang di dua tempat tersebut.

9  Gunakan penyegar mulut

Penting juga bagi anda untuk menggunakan cairan penyegar mulut. Sebab dengan cairan mulut tersebut anda bisa mengurangi jumlah bakteri pada mulut anda. Mulut anda akan segar dan terhindar dari bakteri.

10  Pilihlah sikat yang lembut

Saat memilih sikat gigi, maka pilihlah yang sikatnya lembut karena dengan menggunakan sikat yang keras maka akan merusak gusi. Setelah pemakaian sikat gigi yang lebih dari 3 bulan, maka anda perlu segera menggantinya dengan yang baru. Sebab akan memberikan hasil yang kurang maksimal saat menyikat gigi anda.

https://kesehatangigi.blogspot.co.id/2014/06/10-cara-benar-menggosok-gigi.html?m=1

Cuci Tanganmu Dengan Benar


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak lama menganjurkan agar kita rajin cuci tangan pakai sabun. Tujuannya agar bakteri tidak sampai masuk ke tubuh sehingga kita terhindar terkena beragam jenis penyakit. Namun, apakah hanya menyabuni tangan dengan sabun, menggosok selama 20 detik sela demi sela di jari, lalu membilas menggunakan air yang mengalir cukup efektif membunuh kuman?

WHO punya enam langkah jitu mencuci tangan yang benar yang direkomendasikan untuk kita, sehingga bakteri tersebut benar-benar terbunuh. Para peneliti dari Glasgow Caledonian Univesity di Skotlandia telah membuktikannya setelah mengamati 42 dokter dan 78 perawat yang kerap membersihkan tangan menggunakan cairan antiseptik dengan tambahan alkohol setelah merawat pasien.

Setelah diubah menggunakan enam metode yang dianjurkan WHO, mereka yang biasa mudah sakit padahal sudah rajin cuci tangan menggunakan cairan antiseptik, justru lebih jarang sakit. Jacqui Reilly, PhD, profesor pencegahan dan pengendalian infeksi di Glasgow Caledonian University mengatakan, cara ini memang memakan waktu agak sedikit lama dari cara-cara yang pernah ada, yaitu 42,5 detik.

Berikut enam cara mencuci tangan yang benar menurut WHO, seperti dikutip dari Daily Mail pada Senin (11/4/2016):

Basahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan lengan memakai air yang mengalir, ambil sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut.
Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian
Jangan lupa jari-jari tangan, gosok sela-sela jari hingga bersih
Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkan
Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan .Bersihkan kedua pergelangan tangan secara bergantian dengan cara memutar, kemudian diakhiri dengan membilas seluruh bagian tangan dengan air bersih yang mengalir lalu keringkan memakai handuk atau tisu.

http://m.liputan6.com/health/read/2480347/enam-cara-mencuci-tangan-yang-benar-menurut-who

Selasa, 07 Maret 2017

Why should your children get fissure sealant


Sealants can protect your children's back teeth, so that they may never need to have a filling! They are a protective plastic coating, which are applied to the chewing surfaces of teeth at risk of decay. The chewing surfaces of back teeth have small grooves or fissures which often extend right down into the tooth itself. However well the teeth are brushed, these fissures are very difficult to clean thoroughly. Bacteria and food particles stick to them and eventually cause decay. Fissure sealants completely seal off these grooves, preventing any food particles or bacteria from getting in. They do not affect the normal chewing function of teeth.

It's best to get advice from your dentist or dental therapist if your child would benefit from fissure sealing the permanent back molar teeth

How is it done?

First the fissure is checked for decay. Then the process simply involves cleaning the tooth surface, preparing it with a special solution, and then applying the coating.  No injections or drilling are needed, and the entire process is pain free.

When should it be done?

The first permanent back molars are usually sealed between 6 and 7 years of age. If required the rest of the molars are usually sealed as soon as they appear which can be any time between 11 and 14 years.

Do the teeth need special care afterwards?

No special care is needed, but the back teeth still need to be brushed regularly with a good toothbrush, preferably using fluoride toothpaste. It's also important to keep going to your dentist or dental therapist for regular check-ups because other teeth might need attention

http://www.healthysmiles.org.nz/your-oral-health/oral-health-topics/fissure-sealants/

Apakah Gigiku Berlubang?

JiPenyakit gigi dan mulut merupakan penyakit masyarakat yang diderita oleh 90% penduduk Indonesia, sebab gigi memiliki sifat progresif yaitu apabila tidak dirawat dan diobati akan mengakibatkan makin parah dan bersifat Irreversibble yaitu apabila ada jaringan yang sudah rusak tidak akan dapat tumbuh kembali. Salah satunya yaitu Karies gigi atau lubang gigi yang sampai saat ini masih menjadi masalah utama di bidang Kedokteran Gigi secara khusus di Indonesia. Hal inilah yang sangat kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat sehingga angka kesehatan gigi tiap tahunnya hampir selalu mengalami penurunan.

Karies gigi ( gigi berlubang ) merupakan penyakit jaringan keras gigi, yang ditandai dengan adanya kerusakan jaringan keras gigi itu sendiri. Keadaan ini terjadi akibat suatu proses yang secara bertahap melarutkan email (permukaan gigi sebelah luar yang keras ) dan terus berkembang kebagian dalam gigi. Jika tidak diobati karies gigi akan terus berkembang dan pada akhirnya akan menyebabkan gigi tanggal.

Bakteri yang menempel pada permukaan gigi merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya karies. Bakteri dapat mengubah semua makanan, terutama gula, menjadi asam. Bakteri, asam, sisa makanan, dan ludah akan membentuk lapisan lengket yang melekat pada permukaan gigi. Lapisan lengket inilah yang disebut plak. Plak akan terbentuk 20 menit setelah makan. Zat asam dalam plak akan menyebabkan jaringan keras gigi larut dan terjadilah karies. Bakteri yang paling berperan dalam menyebabkan karies adalah Streptococcus mutans. Faktor-faktor lain yang ikut mempengaruhi terjadinya karies gigi yaitu kualitas gigi, jumlah dan kualitas saliva/air ludah serta faktor waktu lamanya gigi terpapar oleh asam yang dihasilkan bakteri pada plak gigi.

TANDA DAN GEJALA

Karies ditandai dengan adanya lubang pada jaringan keras gigi, dapat berwarna coklat atau hitam. Gigi berlubang biasanya tidak terasa sakit sampai lubang tersebut bertambah besar dan mengenai persyarafan dari gigi tersebut. Pada karies yang cukup dalam, biasanya keluhan yang sering dirasakan pasien adalah rasa ngilu bila gigi terkena rangsang panas, dingin, atau manis. Bila dibiarkan, karies akan bertambah besar dan dapat mencapai kamar pulpa, yaitu rongga dalam gigi yang berisi jaringan
syaraf dan pembuluh darah. Bila sudah mencapai kamar pulpa, akan terjadi proses peradangan yang menyebabkan rasa sakit yang berdenyut. Lama kelamaan, infeksi bakteri dapat menyebabkan kematian jaringan dan infeksi dapat menjalar ke jaringan tulang penyangga gigi.

Pada kasus lebih lanjut, bakteri dapat masuk kedalam pembuluh darah dan menyebar ke organ tubuh lain nya, kemudian menimbulkan infeksi dan menggakibatkan gangguan pada organ pernafasan, otak dan jantung.

PENCEGAHAN

Upaya pencegahan karies dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan menjaga kebersihan mulut (misalnya menggosok gigi secara teratur, kunjungan berkala ke dokter gigi), mengatur pola makan sehat, serta flouridasi secara sistemik dan topikal.

Kebersihan mulut

Kebersihan perorangan terdiri dari pembersihan gigi yang baik. Kebersihan mulut yang baik diperluklan untuk meminimalisir agen penyebab penyakit mulut dan membuang plak gigi. Plak tersebut mengandung bakteri. Karies dapat dicegah dengan pembersihan dan pemeriksaan gigi teratur.

Pengaturan makanan

Untuk kesehatan gigi, pengaturan konsumsi gula penting diperhatikan. Gula yang tersisa pada mulut dapat memproduksi asam oleh bakteri.

Flouridasi

Efek fluoride untuk menghambat karies telah diketahui selama lebih dari 50 tahun. Berdasarkan beberapa penelitian terkini tentang fluoride, diketahui bahwa efek pencegahan karies oleh fluoride lebih baik dilakukan setelah gigi tumbuh dengan cara aplikasi fluor secara topikal atau langsung pada gigi. Aplikasi fluor secara topikal mempengaruhi proses karies dalam berbagai cara salah satunya dengan menghambat larutnya email/lapisan gigi terluar terhadap asam dari bakteri (gigi lebih kuat) Jadi, fluoridasi dengan teknik dan metode yang tepat merupakan salah satu cara yang efektif  untuk menurunkan angka karies gigi di Indonesia.

Sumber fluor dari bahan makanan dan minuman antara lain terdapat pada makanan laut, sawi, teh dan air minum. Ikan yang dikonsumsi bersama tulangnya juga mempunyai kandungan fluor tinggi. Salah satu makanan laut yang paling dikenal dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia adalah ikan teri. Ikan teri mengandung fluor dalam jumlah yang cukup. Ikan teri dapat digunakan untuk fluoridasi secara topikal.. Dengan demikian untuk memperoleh sumber fluor bagi kesehatan gigi sebenarnya cukup mudah.

http://mitrakeluarga.com/cibubur/waspadai-gigi-berlubang/

Perawatan Gigi Setelah Pasang Bracket


Penggunaan behel pada gigi perlu mendapatkan perhatian khusus. Perlakuan khusus yang diberikan untuk gigi berbehel diperlukan guna menjaga kebersihan gigi dan menjaga konstruksi behel pada gigi tidak rusak.  Untuk itu, sobat harus mengetahui bagaimana cara untuk merawat gigi berbehel.

Sikatlah gigi 2 kali sehari, yaitu setelah makan pagi dan malam sebelum tidur. Sikatlah gigi paling tidak 1 jam setelah makan. Gunakan sikat gigi khusus yang diperuntukkan menyikat gigi behel. Sikat gigi ini bentuknya kecil dan bulu sikatnya halus. Sikat gigi khusus gigi behel biasanya tersedia di dokter gigi dan bahkan sekarang sudah tersedia di supermarket.

Adapun cara menyikat gigi yang berbehel adalah:

Sikat gigi atas depan seperti biasa, lalu sikat sisi atas behel pada bagian gigi tersebut perlahan. Lakukan hal yang sama pada behel gigi bawah.
Sikatlah gigi demi gigi mengikuti alur gigi dan gusi. Jangan lewatkan gigi bagian dalam dan belakang mulut.
Bersihkan bracket behel dengan cara menyudutkan kepala sikat kearah bracket. Jangan lupa bersihkan bagian bawah behel dan pastikan tidak ada kotoran atau sisa makanan yang menempel.

Hindari makanan yang terlalu keras
Sebaiknya hindari makanan yang bertekstur keras karena dapat mengganggu proses penggeseran gigi dan dapat membuat bracket behel lepas. Jika hendak memakan makanan yang berstektur keras hendaknya dipotong kecil – kecil.

Hindari makanan yang lengket.
Konsumsi makanan yang lengket seperti dodol akan membuat gigi dan behel susah dibersihkan. Jika sisa makanannya menempel pada gigi akan menimbulkan plak sehingga berisiko terkena gigi keropos. Plak yang sudah menjadi karang, apabila menempel pada bracket gigi akan membuat bracket tersebut lepas dari gigi.

Kontrol Rutin
Kontrol penting dilakukan setelah pemasangan behel. Biasanya pada pengontrolan gigi dokter melakukan penggantian karet behel pasien. Kontrol behel gigi ini juga bertujuan untuk mengetahui sudah seberapa jauh tahapan penggeseran gigi yang diharapkan. Selain itu melalui kontrol gigi yang rutin dokter bisa menangani keluhan yang dialami pasien selama pemakaian behel, serta mengecek apakah behel yang dipasang bekerja dengan baik atau tidak.

Perbanyak konsumsi vitamin C
Apa hubungannya konsumsi vitamin C dengan gigi behel? Seorang yang memakai behel rentan terkena sariawan akibat gesekan dari behel dengan dinding dalam mulut. Kawat yang berada di ujung dalam mulut juga terkadang dapat menusuk dinding mulut akibat adanya pergeseran gigi sehingga ujung kawat menjadi bertambah panjang, hal ini juga menyebabkan sariawan atau luka dalam mulut. Oleh karena itu perbanyaklah konsumsi vitamin C dan sediakan obat sariawan untuk mengatasinya. Jika sobat tidak mau ujung kawat melukai dinding mulut sebaiknya siapkan wax ortho, yang berupa lilin guna menutupi bagian behel yang tajam.

Hal yang Wajib Dilakukan Selama Menggunakan Behel
Rajinlah membersihkan gigi setiap kali selesai makan. Oleh karena itu bawalah selalu sikat gigi khusus behel ketika berpergian. Jika perlu pakailah dental floss untuk membersihkan sisa makanan di sela – sela gigi. Hindari minuman yang bersoda. Minuman bersoda memiliki kandungan karbondioksida yang bersifat asam yang menyebabkan pembentukan plak di sekitar kawat gigi.

Hal yang Jangan Dilakukan Selama Menggunakan Behel
Jangan mencoba mengotak – atik dengan melepas atau menyetel ulang behel yang sudah terpasang. Jika merasa tidak nyaman mintalah bantuan dari dokter gigi kamu. Jangan memakan makanan seperti permen karet, keripik, kerupuk keras, daging yang liat.

http://www.rubrikita.com/2015/01/cara-merawat-gigi-behel.html?m=1

www.premierdentalgallery.com

Senin, 06 Maret 2017

PILIHLAH DOKTER GIGI TERBAIK

Sebuah penelitian mengungkapkan kebersihan mulut ternyata sangat mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Para ahli mengungkapkan dengan perawatan mulut yang baik, dimana secara teratur menyikat gigi, rajin membersihkan gigi serta rutin memeriksakan ke dokter gigi, dapat membantu orang dewasa untuk meningkatkan kemampuan berpikirnya.

Banyak orang mengabaikan tentang seberapa penting menjaga kebersihan mulut. Konsultasi dokter gigi dapat sangat membantu dalam mencegah beberapa masalah gigi. Namun hal ini dapat memakan waktu serta biaya yang sangat mahal. Anda harus sangat berhati-hati dalam memilih dokter gigi yang tepat yang akan memberikan perawatan gigi kepada Anda.

Ciri-ciri Dokter Gigi yang Baik :

Masalah  gigi adalah masalah yang tidak dapat ditunda dan akan selalu berulang penanganannya. Untuk memilih dokter gigi yang baik, Anda harus memastikan bahwa mereka tidak keberatan untuk dikunjungi sesering mungkin.

Berikut 3 ciri dokter gigi yang baik :

1.   Kepribadian.

Seorang dokter yang baik mempunyai kepribadian yang menyenangkan, peduli dan profesional. Tentunya Anda membutuhkan hal tersebut. Mereka seringkali menyarankan dan mengajarkan tanpa Anda merasa digurui.

2.   Full Services.

Anda dapat mencari dokter gigi yang menyediakan layanan terlengkap. Anda tidak perlu dirujuk ke dokter gigi lainnya setiap kali terjadi sesuatu yang berada di luar keahlian dokter gigi Anda. Saat ini sudah banyak praktek dokter gigi yang menyedaikan pelayanan lengkap.

3.   Emergencies.

Dokter yang baik akan memberikan waktu kepada Anda dalam keadaan yang darurat.

Memilih dokter gigi tidak mudah. Berikut adalah tips memilih dokter gigi yang bisa Anda coba :

Cari tahu dari sekitar Anda, saudara atau kerabat mengenai dokter gigi. Dengarkan bagaimana puasnya mereka terhadap pelayanan dokter gigi  tersebut. Biasanya  orang yang puas dengan satu dokter gigi akan merekomendasikannya kepada pihak lain. Anda juga bisa mencari informasi di situs internet mengenai dokter atau tempat praktek dokter, Bacalah dari ulasan pasien tentang pelayanan dokter dan tempat praktek tersebut.

Pastikan lokasi  klinik dan dokter gigi Anda mudah dijangkau. Biasanya dalam proses pengobatan gigi, Anda tidak hanya diminta untuk satu kali kedatangan tetapi mungkin akan lebih sering datang. Untuk itu, lokasi klinik yang terjangkau dari rumah Anda akan lebih memudahkan Anda.

Biaya juga hal penting yang harus di pertimbangkan dalam memilih dokter gigi. Banyak orang yang mengabaikan sakit gigi walau ternyata memiliki sakit yang serius karena biaya perawatan gigi yang cukup mahal. Biasanya dokter praktek akan mengenakan biaya yang berbeda untuk setiap masalah gigi. Pastikan Anda menanyakan tentang biaya sebelum memulai perawatan atau pengobatan.

Pastikan bahwa peralatan gigi yang digunakan serta klinik bersih, dan up to date.

Kunjungi langsung ke tempat praktek atau klinik. Anda akan dapat melihat seberapa banyak pasien di daftar tunggu, hal ini mencerminkan reputasi seorang dokter.

Sabtu, 04 Maret 2017

HAK PASIEN DALAM PELAYANAN KEDOKTERAN GIGI

Hak dan Kewajiban Pasien Sebagai Konsumen dalam Pelayanan Medis Sudikno Mertokusumo menyatakan bahwa dalam pengertian hukum, hak adalah kepentingan hukum yang dilindungi oleh hukum. Kepentingan sendiri berarti tuntutan yang diharapkan untuk dipenuhi. Sehingga dapat dikatakan bahwa hak adalah suatu tuntutan yang pemenuhannya dilindungi oleh hukum.

Selanjutnya menurut Janus Sidabalok ada 3 macam hak berdasarkan sumber pemenuhannya yaitu:

  1.  Hak manusia karena kodratnya, yaitu hak yang diperoleh begitu lahir, seperti hak untuk hidup dan hak untuk bernafas. Hak ini tidak boleh diganggu gugat oleh negara, bahkan negara wajib menjamin pemenuhannya. 
  2. Hak yang lahir dari hukum, yaitu hak yang diberikan oleh negara kepada warga negaranya. Hak ini juga disebut sebagai hak hukum, contoh: hak untuk memberi suara dalam pemilu. 
  3. Hak yang lahir dari hubungan kontraktual. Hak ini didasarkan pada perjanjian kontrak antara orang yang satu dengan yang lain, contohnya pada peristiwa jual beli. Berkaitan dengan hak pasien maka sebenarnya merupakan hak yang asasi dan bersumber dari hak dasar individual, the right of self determination dimana dalam Black’s Law Dictionary berarti sebagai right yang mengandung beberapa arti antara lain hak alami (natural right) hak politik (political right) serta hak pribadi (civil )Hak untuk menentukan nasib sendiri lebih dekat artinya dengan hak pribadi, yaitu hak atas keamanan pribadi yang berkait erat dengan hidup, bagian tubuh, kesehatan, kehormatan, serta hak atas kebebasan pribadi.
Konvensi hak-hak asasi manusia hukum internasional mengasumsikan bahwa individu harus diakui sebagai subjek hukum internasional. Langkah pertama karya besar ini telah diletakkan pada tanggal 7 Desember 1948 ketika Majelis Umum PBB mengesahkan Universal Declaration of Human Right. 

Berbicara bidang pelayanan kesehatan, maka bidang ini mempunyai ciri khas serta dianggap lebih mendasar yang berbeda dengan pelayanan jasa atau produk lainnya, yaitu seperti ketidaktahuan konsumen, konsumen tidak memiliki daya tawar atau daya pilih, produk pelayanan kesehatan bukan konsep homogen, pembatasan terhadap kompetisi, ketidakpastian tentang sakit, serta kesehatan sebagai hak asasi

Dalam Praktek kedokteran gigi saat ini, pasien kadang tidak mengetahui apakah tindakan yang akan dilakukan sudah memenuhi standar perawatan gigi dan bahkan pasien tidak tahu akan dikenai biaya berapa oleh dokter gigi, dan pasien tidak mengetahui apakah tarif itu sudah sesuai dengan standar pelayanan karena sampai saat inipun tidak ada pengumuman dari pihak yang berkompeten mengenai stdanr tarif pelayanan dokter gigi. 

Untuk itu sebaiknya dalam hal ini pasien harus dipandang sebagai subjek yang memiliki pengaruh besar atas hasil akhir layanan yang bukan sekedar objek. Hak-hak pasien harus dipenuhi mengingat kepuasan pasien menjadi salah satu barometer mutu layanan sedangkan ketidakpuasan pasien dapat menjadi pangkal tuntutan hukum. Sebenarnya hal yang menjadi harapan konsumen terhadap pemberi layanan kesehatan atau harapan pasien sebagai konsumen pelayanan medis meliputi:
  1. Pemberian pelayanan yang dijanjikan dengan segera dan memuaskan; 
  2. Membantu dan memberikan pelayanan dengan tanggap tanpa membedakan unsur sara (suku, agama, ras dan antar golongan); 
  3. Jaminan keamanan, keselamatan dan kenyamanan; 
  4. Komunikasi yang baik dan memahami kebutuhan pasien. 
Selain harapan tersebut, terdapat beberapa hak yang dimiliki oleh seorang pasien yang harus dilakukan oleh dokter. Konsekuensi seorang dokter dalam menjalankan profesinya untuk merealisasikan hak-hak yang dimiliki oleh pasien dengan mengkomunikasikan setiap tindakan itu kepada pasiennya. Secara khusus mengenai hak-hak konsumen diatur dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dimana dalam Pasal 4 menyatakan bahwa hak seorang konsumen adalah sebagai berikut:   
  • hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/ atau jasa; 
  • hak untuk memilih barang dan/ atau jasa, serta mendapatkan barang dan/ atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi, serta jaminan yang dijanjikan; 
  • hak atas informasi yang benar,jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/ atau jasa; 
  • hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/ atau jasa yang digunakan; e. hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan secara patut; 
  • hak untuk mendapatkan pembinaan dan pendidikan konsumen; 
  • hak untuk diperlalukan atau dilayani secara benar, jujur, serta tidak diskriminatif; 
  • hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/ atau penggantian, apabila barang dan/ atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya; 
  • hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundangan lainnya. 
Dari sembilan butir hak konsumen yang diberikan di atas, terlihat bahwa sebenarnya masalah kenyamanan, keamanan dan keselamatan konsumen merupakan hal yang paling pokok dan utama dalam perlindungan konsumen. Hal itu disebabkan karena penggunaan barang dan/ atau jasa yang tidak memberikan kenyamanan terlebih lagi yang tidak aman atau membahayakan keselamatan konsumen, jelas tidak layak untuk diedarkan dalam masyarkat. Selain itu hak atas kepastian harga juga penting, pasien kadang sampai berhutang kepada dokter karena tidak membawa uang yang cukup karena pasien baru mengetahui harga setelah pelayanan dilakukan, ataukah sebaiknya pasien telah mengetahui daftar tarif dokter gigi ketika masih di rumah sehingga pasien bisa mempersiapkan anggaran atau bahkan bisa menentukan ke dokter mana yang sesuai dengan dana yang dimiliki. Tentu saja ini dalam beberapa pandangan menyangkut etika kedokteran gigi? atau mungkin dalam hal ini penentu kebijakan harus memilih antara etika dan hak konsumen? ini yang perlu di diskusikan lebih lanjut. 

Selanjutnya untuk menjamin bahwa suatu barang dan/ atau jasa dalam penggunaannya akan aman, nyaman, maupun tidak membahayakan konsumen penggunaannya maka konsumen diberikan hak untuk memilih barang dan/atau jasa yang dikehendakinya berdasarkan atas keterbukaan informasi yang benar , jelas dan jujur. 

Sudikno Martokusumo, Mengenai Hukum: Suatu Pengantar, (Yogyakarta: Liberty), 1999, p. 24. 7 Janus Sidabalok, Hukum Perlindungan Konsumen di Indonesia Pertanggungjawaban Menurut Hukum Perdata, (Jakarta: Raja Grafindo Persada), 2006, p.18. 
Hermien Hadiati Koeswadji, Hukum dan Masalah Medik, (Surabaya: Airlangga Univerity Press), 1984, p. 47. 9 Freddy Tengker, Hak Pasien, (Bandung: Mandar Maju), 2007, p. 33. 
Ari Yunanto, Hukum Pidana Malpraktik Medik Tinjauan dan Perspektif Medikolegal, (Yogyakarta: Andi Ofset), 2010, p.19. 
Titik Triwulan Tutik, Perlindungan Hukum Bagi Pasien, (Jakarta: Prestasi Pustaka), 2010, p. 11. 12 UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen 
Anggraeni Endah Kusumaningrum: Tinjauan Yuridis Hak dan Kewajiban… SUPREMASI HUKUM Vol. 2, No. 1, Juni 2013 89

Dental Whitening

Whitening procedures have effectively restored the smile of people with stained, dull, or discolored teeth.

The darker tissue of your teeth, the dentin, can become exposed as the outer layer of enamel is worn away by the effects of aging or things like caffeine and tobacco.

Food particles are naturally attracted to a tooth's enamel by a certain protein. Products like coffee and tea, berries and soy sauce are notorious for staining teeth. Over time, teeth actually become more absorbent and vulnerable to staining from food and other substances.

One type of stain—caused by traumatic injuries, medications and fluorosis—actually begins inside the tooth; brushing and flossing don’t help. Another type of stain—one that can be more easily attacked by brushing, flossing and rinsing—is caused by external factors such as foods.

More and more people today are choosing tooth-whitening procedures to reverse the effects of aging and abuse from food and tobacco stains.

Some commercially available "whitening toothpastes" can be somewhat effective at removing stains and making teeth a few shades brighter. However, many of these products have abrasive substances that can actually wear away your tooth's enamel.

Whitening agents actually change the color of your teeth, but only are effective on certain types of stains. For example, bleaching agents have a difficult time removing brownish or grayish stains. These products also are not as effective on pitted or badly discolored teeth, or on restorations such as crowns, bridges, bonding and tooth-colored fillings (porcelain veneers or dental bonding may be more appropriate in this case).

Professional whitening performed by our office is considered to be the most effective and safest method; done properly, tooth whitening can last as long as five years. Over-the-counter whitening systems are somewhat effective as long as they are monitored and directions followed closely.

http://www.ritterendo.com/library/71/TeethWhitening.html

Or follow this site

Premier Dental Gallery

A to Z for Your Dental Treatment

What is Endodontics Treatment

What does root canal treatment entail? Learn more about this quick, comfortable procedure that can relieve your pain and save your natural tooth. 

Has your dentist or endodontist told you that you need root canal treatment? If so, you're not alone. Millions of teeth are treated and saved each year with root canal, or endodontic, treatment.   Remember, root canal treatment doesn't cause pain, it relieves it. Watch our videos below to learn more!

Inside the tooth, under the white enamel and a hard layer called the dentin, is a soft tissue called the pulp. The pulp contains blood vessels, nerves and connective tissue, and helps to grow the root of your tooth during development. In a fully developed tooth, the tooth can survive without the pulp because the tooth continues to be nourished by the tissues surrounding it.

Contrary to jokes about the matter, modern endodontic treatment is very similar to having a routine filling and usually can be completed in one or two appointments, depending on the condition of your tooth and your personal circumstances. You can expect a comfortable experience during and after your appointment.

Saving the natural tooth with root canal treatment has many advantages:
Efficient chewing
Normal biting force and sensation
Natural appearance
Protects other teeth from excessive wear or strain .

http://www.aae.org/patients/treatments-and-procedures/root-canals/root-canals.aspx

For further information klik here

www.premierdentalgallery.com
081297611611 sms/wa

Rabu, 01 Maret 2017

Sakit Gigi Pada Anak


Anak hobi makan permen menyebabnya gigi berlubang, terkikis dan menghitam, apakah ia mengalami karies gigi?

Gigi yang terlihat hitam dan terkikis adalah salah satu tanda dari karies gigi atau gigi berlubang. Nah, karies gigi terjadi karena kombinasi kebersihan mulut yang kurang baik dan diet yang kurang baik.

Bila pembersihan gigi tidak optimal, pada gigi akan terbentuk plak (lapisan film berwarna putih kekuningan) yang mengandung bakteri yang tinggi. Bakteri ini mampu memfermentasi karbohidrat (terutama gula) sehingga menyebabkan suasana mulut asam dan permukaan gigi terkikis. Akibatnya? Terbentuklah lubang pada gigi.

Karies gigi yang dini akan tampak seperti bercak-bercak putih keruh pada gigi. Bila terus berkembang, akan mulai terbentuk lubang dengan warna kekuningan, cokelat atau kehitaman. Kalau dibiarkan, struktur gigi akan semakin rusak dan bisa disertai rasa sakit dan bengkak pada gusi.

Penyebab terjadinya karies gigi adalah kebersihan mulut yang tidak optimal (penyikatan gigi tidak teratur ataupun kurang bersih) dan diet yang mengandung gula yang tinggi dengan frekuensi yang sering. Konsistensi air liur juga berperan, di mana air liur mempunyai fungsi untuk menetralisir kondisi asam di rongga mulut.

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan bila anak mengeluh sakit adalah memberi obat analgesik untuk menghilangkan rasa sakit, seperti parasetamol, dan segera membawa anak ke dokter gigi. Selain itu, hentikan kebiasaan anak mengonsumsi makanan manis, karena makanan manis bisa menyebabkan sensitivitas. Lalu, bawalah anak ke dokter gigi untuk perkenalan pada usia 1 tahun.

Bila gigi telah berlubang, dokter akan melakukan pemeriksaan yang menyeluruh. Pada sebagian besar kasus, gigi akan diusahakan untuk dipertahankan dengan penambalan gigi. Jika gigi tidak diperbaiki, kondisi gigi bisa bertambah buruk karena karies gigi akan berkembang.

Tip untuk orang tua? Mulai bersihkan gigi anak begitu gigi susunya telah tumbuh. Lalu, gigi perlu disikat sebanyak 2 kali sehari selama 2 menit, dan perlu dilakukan oleh orang tua sampai anak berusia 6 - 7 tahun. Juga, jangan biasakan anak mengonsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula yang tinggi.

Selain itu, anak perlu menghentikan kebiasaan minum susu dari botol setelah usia 1 tahun. Apa lagi? Setelah sikat gigi malam hari, pastikan anak tidak makan atau minum lagi selain air putih.

http://www.parenting.co.id/balita/gigi+anak+berlubang