Minggu, 09 April 2017

Tahukah kamu tentang Diskolorasi ?

Diskolorasi adalah perubahan warna pada gigi. Diskolorasi menyebabkan kepercayaan diri yang menurun, menarik dari dari pergaulan, mengganggu artikulasi bicara, dan bahkan perubahan sikap psikologis seseorang.

Penyebab perubahan warna secara umum dibagi atas diskolorasi ekstrinsik dan diskolorasi intrinsik. Penyebab perubahan warna pada gigi yang  juga diperhatikan adalah diskolorasi karena proses penuaan.

Faktor Ekstrinsik
      Perubahan warna pada gigi yang berasal dari luar gigi:
a.       Kebersihan mulut yang tidak baik. Perubahan warna pada gigi karena kebersihan mulut yang tidak baik, dapat menyebabkan gigi bewarna hijau,jingga, kuning, atau cokelat.
b.      Pengaruh makanan dan minuman, misal nya kopi, the, kunyit, dan lain-lain.
c.       Pengaruh rokok dan tembakau menghasilkan warna cokelat sampai hitam pada bagian leher gigi. Distribusi dan perubahan warna yang terjadi bergantung pada tipe, jumlah, dan lama nya kebiasaan merokok.
d.      Bahan tambalan logam yang mengandung perak nitrat, bila berkontak dengan dinding kavitas, lambat laun dapat menyebabkan perubahan warna gigi menjadi abu-abu gelap.

Faktor Intrinsik
      Penyebab perubahan warna gigi berasal dari gigi itu sendiri:
a.      Dekomposisi jaringan pulpa atau sisa makanan. Ada nya gas yang dihasilkan oleh pulpa nekrosis dapat membentuk ion sulfide yang bewarna hitam.
b.      Pemakaian anti biotik, misal nya tetrasiklin. Tetrasiklin merupakan penyebab paling sering dari perubahan warna gigi yang bersifat intrinsik. Pemakaian obat golongan tetrasiklin selama proses pertumbuhan gigi dapat menyebab kan perubahan warna gigi yang permanen.

Periode waktu pemberian tetrasiklin yang menyebabkan perubahan warna pada gigi:
1)      Semasa dalam kandungan pada usia kehamilan ibu lebih dari 4 bulan, molekul tetrasiklin dapat melewati barier plasenta mengenai gigi sulung yang sedang terbentuk.
2)      Masa bayi sesudah lahir sampai usia 5 tahun, pada periode ini terjadi pembentukan mahkota gigi seri permanen.

c.       Penyakit metabolic yang berat selama fase pertumbuhan gigi, misal nya alkaptonuria yang menyebabkan warna cokelat, endemik flourosis yang menyebabkan bercak cokelat , endemik bercak cokelat pada gigi.
d.     Pendarahan dalam kamar pulpa. Ini disebabkan oleh terjadi nya trauma, aplikasi bahan devitalisasi arsen ataupun eksterpasi pulpa yang masih vital.
e.      Medikamentasi saluran akar. Obat terapeutik yang digunakan dalam endodonti dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi, misal nya perak nitrat.

Diskolorisasi karena proses penuaan merupakan diskolorisasi ekstrinsik yang terjadi bersamaan dengan perubahan fisiologis instrinsik. Pada beberapa kasus, diskolorisasi ekstrinsik disebabkan oleh makanan atau minuman seperti teh, kopi, tembakau dan sebagainya. Perubahan fisiologis yang menyertai berupa penipisan email gigi dan pembentukan retak-retakan dan celah-celah kecil pada permukaan email gigi.

Pencegahan dan Perawatan diskolorasi.
Diskolarasi pada gigi merupakan faktor yang sangat merugikan bagi penderitanya apalagi jika terjadi pada gigi anterior yang menarik perhatian sebagai titik pandang pertama ketika seseorang membuka mulut atau berbicara.
Gigi yang putih sangat menarik untuk dilihat, tetapi tidak banyak orang yang beruntung memiliki warna gigi yang sempurna. Dewasa ini banyak dijumpai pasien yang mengalami perubahan warna gigi, pewarnaan ini dapat hanya mengenai satu gigi, beberapa gigi,atau semua gigi. Selain itu, pewarnaan gigi dapat hanya pada permukaan saja, tetapi dapat juga melibatkan struktur gigi.
Ada beberapa cara penanggulangan perubahan warna yangterjadi pada gigi, misal nya dengan melakukan pelapisan/dengan pembuatan mahkota tiruan.

Namun, dewasa ini metode bleaching lebih dianjurkan karena mempunyai beberapa keuntungan, antara lain: Dari segi estetis lebih baik karena tidak banyak dilakukan pengambilan jaringan keras gigi. Iritasi pada gingival dapat dihindari dengan :
Perawatan relative lebih mudah dibandingkan dengan pembuatan mahkota tiruan
Bleaching merupakan suatu cara pemutihan kembali gigi yang berubah warna sampai mendekati warna gigi asli dengan proses perbaikan secara kimiawi. Tujuan nya adalah untuk mengembalikan estetis gigi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar